Tuesday, August 21, 2007

Numpang Lewat Lagi Yaaw....



Huhaiii... b'temu wulan lg dSni.Dan seperti biasa, saya selaku sekretaris pribadi Elin dan sgt pribadi sekali, maka mau tdk mau dan harus mau mengisi cerita di posted blog bag iniey.Mohon maap sbesar2nya kpada para pembaca yg mungkin tdk menginginkan kehadiran saya disini,skali lagi ini hanya amanah dr teman tercinta.
Bermula hari ini,ketika saya mau menghadap kpada dosen wali yang ternyata sama sekali tidak mampir ke kampus alias absen,waduh... dalam hati wes kcewa, ya apa ini,uda jauh2 dengan susah payah saya datang ke kampus dengan sgenap tenaga dan pengorbanan,eh,badala,di kampus ternyata orang yang dicari ngga ada.MasyaAllah..
akhirnya saya malah ikut rapat antar hima, warga dan angkatan, yah sebagai penggembira lah.. Karena teman2 saya bgitu gembira melihat saya datang dengan senyuman(wduchh.. terlalu di dramatisir,ck ck ck).setelah slesai kumpul sya bingun,mau kemana arah tujuan saya(kaya org ga punya tujuan hdup ajah),melihat Elin dengan wajah sumringah yang seolah bak malaikat padahal ngga',menghampiri saya,akhirnya saya putuskan: "Lin,nu2t nginep di rumahmu yah... hehe" dan pada akhirnya saya ada di rumah Elin.Elin sangat amat gembira dengan kedatangan saya sebagai tamu yang tanpa undangan(ini jg terlalu di dramatisir),dengan muka memelas dan wajah sayu Elin berkata: "Wul,isiin blogQuw dunk.. ya ya.." Wah,karena saya tidak tahan melihat muka melasnya,yang aslinya padahal ngga melas blas,akhirnya saya mengisi bog kali ini.hahaaha.Ngomong2 aquw nginep ni ngga bawa apa2 yah.. duuhhh... ya apa ini.. cuma bawa diri,yah cukuplah.. "Eliiinnnnnn,pinjem ini itu yaaa...!!!"

Berikut ini sebuah pesan yang saya kutip dari sebuah bku fav saya,
yang menurut saya baguz maknanya, tapi sayangnya hanya saya kutip sebagian
lupa lanjutannya coz bukunya di rumah 'e..


Elia Abu Madhi berkata :

Orang berkata, "Langit selalu berduka dan mendung."
Tapi aku berkata, "Tersenyumlah, cukuplah duka cita di langit sana."
Orang berkata, "Masa muda telah berlalu dariku."
Tapi aku berkata, "Tersenyumlah, bersedih menyesali masa muda tak kan pernah mengembalikannya."
Orang berkata, "Langitku yang ada di dalam jiwa telah membuatku merana dan berduka.
janji-janji telah mengkhianatiku ketka kalbu telah menguasainya.
bagaimana mungkin jiwaku sanggup mengembangkan senyum manisnya."
Maka akupun berkata, "Tersenyumlah, dan berdendanglah, kala kau membandingkan semua umurmu kan habis untuk merasakan sakitnya.
Tetaplah tersenyum, karena engkau akan mendapatkan penangkal dahagamu.
Cukuplah engkau tersenyum, karena mungkin hausmu akan sembuh dengan sendirinya."
Orang berkata, "Wajah berseri tidak membuat dunia bahagia,
yang datang ke dunia dan pergi dengan gumpalan amarah."
Ku katakan, "Tersenyumlah, selama antara kau dan kematian ada jarak sejengkal, setelah itu engkau tidak akan pernah tersenyum."

_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

Jika bersedih, panggillah jiwamu dengan harapan sebagai janji
karena kebaikan bagi jiwa adalah adanya janji
Jadikan harapanmu menjadi perisai atas serangan putus asamu,
hingga waktu akan menghapus kesedihan itu
Tutuplah dirimu terhadap orang yang sering duduk bersamamu,
karena mereka selalu iri dan mendengki
Tak usah khawatirkan akan terjadi sesuatu,
sebab ini akan membuat orang yang hidup mati sebelum kematian itu sendiri
Kesedihan itu tidak akan abadi,
seperti juga kesenangan tidak akan lestari
Kalau saja bukan karena hal yang mempengaruhi jiwa,
pasti tak akan ada kehidupan yang lurus bagi orang yang terjaga.


(La tahzan, Jangan Bersedih! , Dr.'Aidh Al-Qarni)