Saturday, September 22, 2007

Desainer Itu Apa Sih..??


Assalamualaikum wr.wb.
Marhaban Ya Ramadhan.. pertama-tama saya haturkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi seluruh umat muslim di seluruh dunia,khususnya di Indonesia,semoga Ramadhan kali ini membawa berkah bagi kita semua.Saya selaku sekretaris pribadi dari mbak Aileena kali ini akan memposting sebuah tulisan dari saya,yang inspirasinya datang dari berbagai pihak.Berikut tulisan saya,silahkan menyimak.....

DESAIN KOMUNIKASI VISUAL DAN FENOMENANYA DALAM MASYARAKAT DI INDONESIA

Waktu kita masih di masa kanak-kanak, seringkali kita diberi pertanyaan mengenai cita-cita kita setelah dewasa nanti. Ada yang menjawab ingin menjadi dokter, pilot, insinyur, ilmuwan, dan masih banyak lagi jawaban serupa. Berbagai profesi itu dianggap yang paling baik, dan telah ditanamkan oleh para orang tua kepada anak-anaknya. Jadi bila kita bertanya pada anak-anak, bisa dipastikan jawaban mereka rata-rata seperti itu.Lalu setelah dewasa kita mulai berfikir, belum tentu berbagai profesi itu cocok dengan kita. Maka jalan lainnya adalah mencari bidang minat kita. Mungkin bisa berasal dari sekedar hobi, keinginan, atau bakat terpendam.

Ketika kita berbicara tentang desain komunikasi visual, atau lebih dikenal dengan desain grafis, dan perancang grafis, banyak orang awam dengan berbagai anggapan mereka. Kata mereka ”Desain grafis itu apa sih?”, ”Apa seperti seniman yang suka melukis itu?”, ”Cuma gambar-gambar saja apa susahnya”, atau ”Memangnya pekerjaan desain grafis itu apa?”. Sambutan yang simpang siur itulah yang membuat desain grafis seperti dianggap remeh di mata masyarakat kita. Pengetahuan yang kurang mengenai desain grafis. Ada yang beranggapan pula bahwa pekerjaan sebagai seorang desainer grafis tidak menjanjikan. Padahal kenyaatannya tidak seperti itu, bahkan bisa saja kebalikannya. Bila kita bisa melihat lebih jauh, desain grafis di Indonesia sudah berkembang hampir selama tiga dekade. Berbagai peran dan karya-karya desain grafis banyak bermunculan di negeri kita. Sungguh sangat disayangkan bila anggapan masyarakat seperti itu.

Desain Grafis atau Desain Komunikasi Visual itu sendiri adalah ilmu yang mempelajari konsep komunikasi dan ungkapan kreatif, teknik dan media untuk menyampaikan pesan dan gagasan secara visual, termasuk audio dengan mengolah elemen desain grafis berupa bentuk dan gambar, huruf dan warna, serta tata letaknya, sehingga pesan dan gagasan dapat diterima oleh sasarannya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pekerjaan desain grafis melingkupi segala bidang yang membutuhkan penerjemahan bahasa verbal menjadi perancangan secara visual terhadap teks dan gambar pada berbagai media publikasi guna menyampaikan pesan-pesan kepada komunikan seefektif mungkin. Cakupan dari desain grafis sangat luas, mulai dari perencanaan cover buku fiksi dan nonfiksi berikut layout halaman isi, majalah, koran, tabloid, cover kaset, CD, VCD, kalender, brosur, leaflet, katalog pameran, stationary, web design, logo, corporate identity, peta lokasi, brand name, kemasan, poster, pembuatan berbagai ilustrasi hand drawing dan airbrush, serta banyak lagi ragamnya. Tetapi, yang jelas, desain grafis erat kaitannya dengan proses cetak. Melalui media cetakan ini, desain grafis berfungsi sebagai jembatan penghubung antara para pihak yang berkepentingan di dalam dunia bisnis dan hal-hal yang berkaitan dengan media komunikasi.

Sebenarnya setiap orang bisa bertindak sebagai desainer, setidaknya bagi diri sendiri. Desain grafis itu sendiri baru dikenal setelah pertengahan abad kedua puluh yang salah satunya berangkat dari berbagai seniman dan artis-artis komersial dalam kegiatannya mempromosikan iklan. Kemudian karena dirasa sangat dibutuhkan, maka mulai berkembanglah desain grafis. Mulai dari gerakan Seni dan Kerajinan(Arts & Crafts Movement), kemudian masa Art Nouveau hingga di masa modern Art Deco, muncul media desain grafis yang paling besar peranannya dalam menampilkan gaya-gaya desain yaitu poster, baik yang bersifat komersial maupun sosial kebudayaan dan militer. Kemajuan teknik dan perkembangan gaya-gaya desain banyak ditampilkan lewat media desain grafis ini.

Kembali lagi kepada desain grafis dan profesinya. Meskipun desain grafis mulai dibutuhkan seiring dengan perkembangan industri dan periklanan, tetapi ironisnya di Indonesia masih saja dianggap hanya sebagai pelengkap, bukan sebagai yang utama. Buktinya bisa kita lihat, di beberapa perusahaan mewajibkan para desainer membayar untuk bisa mengikuti pembangunan suatu proyek. Juga masih rendahnya standar harga desain di Indonesia, karena di mata konsumen hanya dianggap sebagai harga produksi, bukan sebagai suatu ide, gagasan ataupun konsep. Ironis memang.

Dan desain grafis di jaman sekarang ini memang telah banyak terjadi perubahan. Penyampaian ide-ide melalui desain grafis, yang dulu banyak dipakai untuk menyampaikan ide perjuangan yang sifatnya nasionalis, kini telah berubah menjadi alat perjuangan kapitalis. Berbagai macam iklan di media massa, adalah karya desain grafis yang ditujukan untuk menjual produk. Desain grafis menjadi bagian dari kegiatan periklanan, sebuah kegiatan yang tidak mungkin dipisahkan dari praktek ekonomi yang mengutamakan pada keuntungan. Ternyata desain grafis berkembang dengan penyalahgunaan. Tetapi di lain pihak, hal ini juga bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi seorang desainer grafis.

Di era globalisasi dan di tengah-tengah perkembangan dunia yang pesat ini, tentunya desain grafis semakin dibutuhkan. Dan semakin majunya teknologi, maka desain grafis pun mulai beralih. Dari yang tadinya hanya menggunakan tenaga manusia, mulai menggunakan berbagai alat teknologi yang semakin canggih, memudahkan desainer untuk merancang tampilan visual.

Sekarang ini,desain grafis diyakini sebagai sebuah karya seni rupa yang padat teknologi, mempunyai peranan penting dalam masyarakat, menjadi suatu dampak yang luas sasarannya. Mengapa? Karena dengan adanya desain grafis bisa memberikan informasi kepada masyarakat atau konsumen. Ia mempunyai daya tarik tersendiri kepada konsumen untuk diajak membeli dan menggunakan barang dan jasa yang ditawarkan kepadanya. Ia juga pintar mengajak masyarakat untuk berpikir mengenai sesuatu yang selama ini tidak pernah terpikirkan olehnya. Dengan begitu, ketika kita mengenal dan mendalami desain grafis, maka kita seolah-olah menjadi pembawa kabar kepada manusia dalam bentuk komunikasi visual yang mencakup segala bidang kehidupan manusia, baik dengan tujuan komersial maupun tujuan sosial. Oleh karena itu, anggapan desain grafis dan profesinya itu tidak lagi semata-mata hanya seseorang yang jago teknik komputer grafis dengan segala program-programnya dan pandai membuat berbagai ilustrasi menggunakan pensil warna, cat poster, cat air, rapido dan berbagai alat gambar. Tetapi yang lebih tepat, ”Desainer Grafis adalah seorang perancang, pencetus dan penemu ide pertama.” Mari kita beri applaus untuk para desainer grafis di Indonesia!!! Bahkan bila boleh saya tambahkan, Tuhan yang menciptakan kita, Allah SWT. , adalah desainer, bukan ekonom, bukan pula akuntan (-saya kutip dari kata-kata seorang teman saya,mas Ayos,yang telah memberikan banyak masukan inspiratif,terima kasih mas Ayos-). Allah-lah yang mendesain jagat raya, bumi beserta isinya dengan segala kompleksitasnya. Yang merancang tubuh manusia hingga sedemikian rupa. Dengan kegunaan yang sangat bermanfaat pada masing-masing hasil rancangan/desain Allah. Hebat bukan. Saya tekan kan sekali lagi, Allah SWT adalah desainer.

Maka dari itu, kita perlu menyadarkan masyarakat, bahwa desain grafis bukan hanya mencakup bidang yang itu-itu saja dan tidak bisa menjanjikan untuk masa depan. Rubah semua anggapan-anggapan itu. Desain grafis bisa menjadi ladang pekerjaan yang sangat menjanjikan. Bukan sekedar asal menggambar langsung jadi. Dan agar masyarakat tidak lagi berpandangan sebelah mata tentang desain grafis, dan bahwa desain grafis di Indonesia amat sangatlah diperlukan, seiring dengan berkembangnya kebudayaan dan teknologi.
..................................

Demikian tulisan dari saya.Semoga tulisan saya bisa memberikan manfaat.Terima kasih kpada mbak Aileena yang telah mengijinkan saya untuk memposting tulisan ini.
Wassalam.