Friday, August 31, 2012

Silahturahmi ke Jekardah 1433H #Bag1

Setahun sekali, aku dan keluargaku yang asli Kediri selalu mudik. Tapi kali ini mudiknya tidak ke Kediri, melainkan ke Jekardah (Jakarta). Aku juga baru tahu kalo ada saudara dari Kediri yang tinggal di Jakarta,.... dasar akunya sendiri yang bloon *bukaaan, itu mah kamu yang gak perhatian!*. Keberangkatan itu direncanakan pada H +3 libur lebaran, dengan 2 Bus Pariwisata yang super baru bisx, asli ni bis baru diproduksi 2012 kata agennya.Well orang-orang yang ikut mudik tentunya keluarga besar dari Kediri yang memang orang desa tapi pengen tahu banyak *bagus deh*. Aku dan keluargaku menempati bis kloter pertama. Keluargaku terdiri dari 5 anggota keluarga (Ayah, Bunda, Aku, Adik perempuan, Adik laki-laki), namun Bundaku mengajak ikut serta 4 saudara sepupu (laki-laki semua -_-") yang terdiri dari 3 bersaudara dari Lumajang Huda, Zein, Zidan dan 1 saudara dari Bogor Archi.

Jam 6 pagi tet, udah harus berangkat dari Surabaya menuju ke Kertosono untuk menjemput keluarga kediri lainnya yang udah ngumpul dan jam 11 tet udah harus melakukan perjalanan ke Jakarta. Menyenangkan sangat bertemu dengan saudara-saudara dari keluarga Ayah. Perjalanan itu ditempuh dalam waktu 24 jam gilak! padahal estimasi perjalanan yang direncanakan 18 jam perjalanan, ini berarti 6 jam perjalanan sisanya kemanaaa....??? Di dalam bis aku kebagian duduk didepan tapi entah kenapa aku pindah ke belakang.. Nah lho??.. feeling aja sih, duduk dibelakang lebih luas daripada depan... *ini karena yang ngisi cuma 3 orang*. Duduk dibelakang selain kursinya panjang dari kanan sampai kiri, (ini karena kursinya berjajar tanpa ada yang kosong) jarak antara kursi depannya dengan kursi belakang sangat lebar (ini karena space untuk pintu masuk dari belakang), jadinya untuk menyelonjorkan kaki sangat nyaman. Selain itu 1 anak kecil duduk di balik kursi belakang alias tempat barang dan 2 orang dewasa hanya menghabiskan 2 kursi saja, ini berarti dari 6 kursi yang tersisa hanya 4 kursi yang bisa aku pake tidur terlentang hahahaha #NikmatnyaKursi Belakang.

Selama perjalanan, 2 bis ini pernah dikawal ama polres suatu daerah, secara ada keluarga yang bekerja di kepolisian tapi hanya sampai suatu daerah di perbatasan Jawa Tengah. Semua yang macet-macet selama perjalanan bisa didahului dan dilewati dengan lancar meskipun sampai Jakarta tetap memakan 6 jam keterlambatan -___-. Selain itu ada kejadian sama sepupu aku yang paling kecil, Zidan, muntah sambil tidur.... lha muntah kok gak sadar?? ini pasti abis mimpi nyium ketek orang gila -_-" dan yang dimuntahin adalah adik perempuanku, Ria. Yess.... feeling aku bener, tempat duduk semula sebelum aku pindah sudah terjadi ledakan muntah yang dilakukan oleh Zidan. Hal ini membuat aku merasa aman dari serangan tersebut akibat ketajaman feelingku yang aku baru asah pake besi atau jangan-jangan aku bakal jadi calon peramal hahaha :)). Perjalanan tersebut sering banyak berhentinya terutama berhenti untuk ke toilet, ya karena orang-orang disini pada gak kuat ama dinginnya AC padahal udah diturunin suhu ACnya jadi bawaannya pengen buang air kecil. Sesampai di kota Jakarta pukul 12.00 siang yang dilanjutkan dengan ke tempat penginapan terlebih dahulu di daerah Cibubur. Sebelum aku melanjutkan cerita perjalananku, aku dikagetkan oleh sebuah pesan dari teman kuliahku, yang isinya:
Teh Riri: Ningetin uchi (teman 1 kost) & elin. PenDes, hr Senin ngumpulin lg proposal tesis yang mau dpake, Trz TeKom, hr senin ngumpulin quiz ya.
Aku: *menelan ludah, mampus deh* senin bsk? tekom kuisx ap?
Teh Riri: iya tgl 3, tt apa yg kita ketahui ato pengertian tekom. tulisan tangan 1/2 halaman, kertas biasa ajah.
Aku: *double mampus deh, secara aku blom balik ke Bandung karena masih ada kerjaan di Surabaya* tulisa tangan? gak boleh diketik ya? *karena kalo diketik, aku bisa kirim email ke temanku yang disana. klo nulis tangan? secara ini udh mepet kurang 2 hari dan jasa pengiriman tutup sabtu-mingu, aku hanya punya jatah di hari jumat dan gak tau harus nulis apa*
Teh Riri: iya kta ibunya suruh tulis tangan *bener2 kiamat dah aku*
Aku: *dengang muka pasrah sambil ngetik* okok deh ntar aku titipin ke mbak uchi......

Cerita perjalanan ke Jekardah aku skip dulu yak, ntar aku sambung lagi setelah menyelesaikan tugas dulu, to be continued...........

Tuesday, August 21, 2012

Ramadhan 1433H

The first, I will say....
Taqoballahu minna wa minkum
Taqobbal Yaa Karim
Selamat Idul Fitri 1433H
Maafin saya yg secara sengaja ato enggak sengaja melakukan kesalahan ya friend!

Well lebaran kali ini pasti berbeda dr tahun yang lalu, smoga setelah mudik bisa menyempatkan tuk menulis mudik thn ini. Met lebaran and Met Mudik friend! :)

Thursday, August 16, 2012

Foe or Friend #1

Pelan-pelan air mata ini membasahi pipi,
sudah larut malam memang tapi mata ini susah terpejam.
Pikiran ini terus terngiang dalam otakku yang tak mau beristirahat,
dada yang kupegang saat ini menyimpan beribu perasaan tak enak.
Tlah kulihat status yang kau tulis teman, aku tak mau percaya bahwa itu aku!
tapi hatiku peka, aku takut merasa bahwa itu aku.
Tak ada di dunia ini yang namanya kebenaran absolut, karena semua yang benar itu hanya Allah.

Teman, ketahuilah bahwa setiap yang aku lakukan takkan pernah bermaksud untuk mengganggumu, mengusikmu, apalagi sampai menjatuhkanmu.
Terlalu sempit bagiku untuk berfikiran kotor seperti itu.
Kau yang perkasa, kuat, dan lebih banyak makan garam kehidupan,
seharusnya tak melontarkan perkataan seperti itu.
Aku adalah aku! setiap yang aku lakukan itu aku,
cara aku berperilaku, berkomunikasi, berfikir adalah anugerah yang sangat aku syukuri.
Jangan kau ukur diriku seperti anak kecil, ababil, ato apalah.
Karena aku akan balik bertanya seberapa besarkah ukuranmu?
Adakah bandingannya hingga kau samakan aku dengan ukuran itu?
Cukup simpan baik-baik sebutan itu jika kau berhak mengatakannya,
tapi nyatanya kau keluarkan hingga aku tahu.

Aku merasakannya meskipun aku tak tahu kau tujukan selain diriku,
keganjilan-keganjilan dan perasaan peka inilah yang membuatku terusik di tiap malamnya.
Ku teringat ini malam 10 hari terakhir menyambut kemenangan umat.
Malam-malam inilah yang membuatku berpikir bahwa tak sepenuhnya aku benar,
aku manusia yang jauh dari sempurna dalam berperilaku, berkomunikasi, berfikir.
Aku sadar telah melakukan kesalahan yang tak terhitung banyaknya,
meskipun aku tak tahu tanpa sengaja melakukannya.
Ketahuilah aku bukan seperti ulat yang meninggalkan daunnya, kupu-kupu yang meninggalkan kepompongnya ato apalah yang lupa akan segala kebaikanmu.
Bagiku kebaikan tidak dapat dibalas dengan materi atau apapun.
Kebaikan yang kau beri tak dapat kubalas dengan apapun yang mampu menyamainya,
hanya doa...doa...doa... kupasrahkan semuanya pada Allah, berharap surga sebagai balasan untukmu.
Dan aku selalu menghormatimu, menganggapmu seseorang kakak yang dapat memberi pelajaran-pelajaran kecil dalam kehidupan dan berharap suatu saat dapat ikut sukses serta meneruskan dan berbagi pelajaran kecil itu kepada lainnya.
Namun, tak cukup memang semua itu dapat membalas semua kebaikanmu.
Tak perlu kau ingatkan, aku sudah mengingatnya sejak pertama kali bertemu.

Ya Allah Ya Robbi.....
Sebelum ku bermunajat, Kau sudah mengetahui apa keluh kesahku
Sebelum ku memohon, Kau sudah mengetahui apa keinginanku
Aku, hamba yang banyak salah dan dosa
Lupa bersyukur saatku bahagia, hanya mengingat Engkau saatku susah
Kau sadarkan aku dengan merenung kembali akan perbuatanku
dan Kau kuatkan aku dengan pelajaran yang kau berikan saat ini
Ya Allah yang ku inginkan segala kebaikan di dunia dan akhirat untukku dan untuknya