Thursday, August 16, 2012

Foe or Friend #1

Pelan-pelan air mata ini membasahi pipi,
sudah larut malam memang tapi mata ini susah terpejam.
Pikiran ini terus terngiang dalam otakku yang tak mau beristirahat,
dada yang kupegang saat ini menyimpan beribu perasaan tak enak.
Tlah kulihat status yang kau tulis teman, aku tak mau percaya bahwa itu aku!
tapi hatiku peka, aku takut merasa bahwa itu aku.
Tak ada di dunia ini yang namanya kebenaran absolut, karena semua yang benar itu hanya Allah.

Teman, ketahuilah bahwa setiap yang aku lakukan takkan pernah bermaksud untuk mengganggumu, mengusikmu, apalagi sampai menjatuhkanmu.
Terlalu sempit bagiku untuk berfikiran kotor seperti itu.
Kau yang perkasa, kuat, dan lebih banyak makan garam kehidupan,
seharusnya tak melontarkan perkataan seperti itu.
Aku adalah aku! setiap yang aku lakukan itu aku,
cara aku berperilaku, berkomunikasi, berfikir adalah anugerah yang sangat aku syukuri.
Jangan kau ukur diriku seperti anak kecil, ababil, ato apalah.
Karena aku akan balik bertanya seberapa besarkah ukuranmu?
Adakah bandingannya hingga kau samakan aku dengan ukuran itu?
Cukup simpan baik-baik sebutan itu jika kau berhak mengatakannya,
tapi nyatanya kau keluarkan hingga aku tahu.

Aku merasakannya meskipun aku tak tahu kau tujukan selain diriku,
keganjilan-keganjilan dan perasaan peka inilah yang membuatku terusik di tiap malamnya.
Ku teringat ini malam 10 hari terakhir menyambut kemenangan umat.
Malam-malam inilah yang membuatku berpikir bahwa tak sepenuhnya aku benar,
aku manusia yang jauh dari sempurna dalam berperilaku, berkomunikasi, berfikir.
Aku sadar telah melakukan kesalahan yang tak terhitung banyaknya,
meskipun aku tak tahu tanpa sengaja melakukannya.
Ketahuilah aku bukan seperti ulat yang meninggalkan daunnya, kupu-kupu yang meninggalkan kepompongnya ato apalah yang lupa akan segala kebaikanmu.
Bagiku kebaikan tidak dapat dibalas dengan materi atau apapun.
Kebaikan yang kau beri tak dapat kubalas dengan apapun yang mampu menyamainya,
hanya doa...doa...doa... kupasrahkan semuanya pada Allah, berharap surga sebagai balasan untukmu.
Dan aku selalu menghormatimu, menganggapmu seseorang kakak yang dapat memberi pelajaran-pelajaran kecil dalam kehidupan dan berharap suatu saat dapat ikut sukses serta meneruskan dan berbagi pelajaran kecil itu kepada lainnya.
Namun, tak cukup memang semua itu dapat membalas semua kebaikanmu.
Tak perlu kau ingatkan, aku sudah mengingatnya sejak pertama kali bertemu.

Ya Allah Ya Robbi.....
Sebelum ku bermunajat, Kau sudah mengetahui apa keluh kesahku
Sebelum ku memohon, Kau sudah mengetahui apa keinginanku
Aku, hamba yang banyak salah dan dosa
Lupa bersyukur saatku bahagia, hanya mengingat Engkau saatku susah
Kau sadarkan aku dengan merenung kembali akan perbuatanku
dan Kau kuatkan aku dengan pelajaran yang kau berikan saat ini
Ya Allah yang ku inginkan segala kebaikan di dunia dan akhirat untukku dan untuknya